PENGGUNAAN
MEDIA PEMBELAJARAN EDMODO PADA MATA PELAJARAN HUMAS DAN KEPROTOKOLAN JURSAN
OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN DI SMK N 1 SALATIGA
Guna
memenuhi tugas Pengembangan Media Pembelajarn AP
Hari,
Pukul : Jumat, 13.00 WIB
Dosen
Pengampu :
Agung
Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.
Oleh
:
Indah
Mubalighoh
7101417160
Pendidikan Ekonomi (Administrasi Perkantoran) B 2017
ABSTRAK
Salah
satu faktor tercapainya keberhasilan pendidikan adalah dengan penggunaan media pembelajaran
yang menarik pada proses pembelajaran. Perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan
dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis IT atau biasa dikenal sebagai
e-learning adalah salah satu konsep pembelajaran terbaru. Dalam penggunaan
media e-learning yang bisa dipilih oleh guru salah satunya adalah Edmodo. Edmodo
merupakan salah satu jenis LSM yang merupakan platform pembelajaran berbasis
jejaring sosial yang diperuntukan untuk guru dan peserta didik. Edmodo memiliki
fitur- fitur yang sangat menunjang KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ). Penelitian
ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang penggunaan Edmodo sebagai media
pembelajaran e-learning yang berguna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
peserta didik pada mata pelajaran Humas dan Keprotokolan. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian Research and Development (RnD). Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah test, wawancara, dan juga observasi.
Penelitian ini dilakukan pada kelas XI OTKP 1 dengan melibatkan 25 peserta
didik dan guru mata pelajaran Humas dan Keprotokolan sebagai informan utama.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Edmodo untuk kelas XI OTKP 1 berhasil
digunakan sebagai media penunjang pembelajaran. Peserta didik kelas XI OTKP 1
dapat menerima dengan baik penggunaan Edmodo sebagai media pembelajaran
e-learning.
Kata kunci : Media
Pembelajaran, e-learning, Edmodo
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Guru merupakan sarana dalam menyampaikan materi
pelajaran yang dilakukan dikelas. Proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang biasanya
berlangsung di dalam kelas dengan kehadiran guru yang sesuai dengan pengaturan
jadwal yang ada di sekolah disebut dengan pembelajaran tradisional. Namun
dengan masih terpacunya guru dengan pembelajaran tradisional mengakibatkan
peserta didik kurang memiliki motivasi untuk belajar sendiri. Selain itu
apabila guru tidak masuk kelas maka peserta didik akan kehilangan waktu dan
materi yang akan disampaikan saat itu. Jika pembelajaran yang tertinggal akan
disampaikan pada pertemuan selanjutnya maka guru akan kekurangan waktu dalam
menyampaikan materi pelajaran. Permasalahan berikut akan memberikan pengaruh
terhadap hasil belajar peserta didik.
Salah satu faktor tercapainya hasil belajar peserta
didik yang baik adalah dengan penggunaan media pendukung yang inovatif dan
kreatif dalam penyampaian materi yang diberikan saat pembelajaran. Media
pembelajaran harus dipilih sesuai dengan perkembangan zaman sehingga dapat
semakin menarik. Dengan kemajuan perkembangan teknologi yang sangat pesat maka
berkembanglah pembelajaran modern yakni pembelajaran yang berbasis IT atau
dapat disebut e-learning. E-learning merupakan jenis proses KBM (Kegiatan
Belajar Mengajar) yang menggunakan media elektronik dan terhubung jaringan Internet.
Jaringan internet di Indonesia yang sudah mencapai 4G
maka memungkinkan untuk men-transfer data secara singkat. Adanya fasilitas transfer
data yang cepat membuat pengguna e-learning di Indonesia dapat men-download
pelajaran dari server dalam waktu singkat sehingga kenyamanan pelajar meningkat
(Effendi dan Hartono, 2005). Pemanfaatan teknologi dalam dalam proses
pembelajaran akan mendorong terciptanya beragam media pembelajaran yang akan
bisa dipilih oleh guru untuk digunakannya dalam proses KBM (Kegiatan Belajar
Mengajar).
Dengan penggunaan e-learning sebagai media penunjang
pembelajaran akan sangat membantu peserta didik karena penyampaian informasi
yang bisa dibagi kapan saja dan dimana saja akan memudahkan peserta didik dalam
menerima dan memahami mata pelajaran tersebut.
Dari latar
belakang tersebut, dapat memberikan informasi mengenai permasalahan yang akan
digunakan sebagai bahan penelitian, yaitu :
1. Guru masih berpacu dalam pembelajaran
tradisional dan belum memulai memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang pada
pendidikan.
2.
Kurangnya variasi guru dalam menggunakan media
dalam penyampaian materi pelajaran sehingga peserta didik merasa jemu atau
bosan.
3.
Belum adanya kemandirian para peserta didik
dalam belajar sehingga masih n bergantung pada guru.
4.
Motivasi untuk meningkatkan ketrampilan peserta
didik masih rendah sehingga memerlukan media sebagai perangsan motivasi
tersebut.
5.
Peserta didik kurang memahami materi mengenai
apa saja pengetahuan yang akan dibutuhkan ketika berkecimpung di organisasi.
III. BATASAN
MASALAH
Berdasarkan
identifikasi permasalahan yang telah dijelaskan di atas. Adapun Batasan masalah
dalam proposal ini, maka focus yang akan dijelaskan dalam proposan ini
adalah : Pemanfaatan media pembelajaran
e-learning “Edmodo” sebagai penunjang mata pelajaran Humas dan Keprotokolan
kelas XI SMK N 1 Salatiga yang akan di pandu oleh penulis.
IV. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
batasan masalah diatas, maka dapat diketahui rumusan masalah proposal ini adalah
Bagaimana pemanfaatan media pembelajaran e-learning “Edmodo” sebagai penunjang
mata pelajaran Humas dan Keprotokolan kelas XI SMK N 1 Salatiga?.
V. TUJUAN
MASALAH
Proposal ini bertujuan
untuk :
1.
Untuk mendeskripisikan tahap dari
penggunaan media pembelajaran e-learning yang bernama “Edmodo” untuk peserta
didik SMK kelas XI pada mata pelajaran Humas dan Keprotokolan.
2.
Untuk mengetahui keaktifan para peserta
didik dengan menggunakan Edmodo sebagai media pembelajaran.
3.
Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Edmodo sebagai media
pembelajaran e-learning.
VI. MANFAAT
MASALAH
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, baik bagi Lembaga pendidikan
seperti sekolah, guru atau tenaga pendidik dan juga peserta didik.
Manfaat
tersebut antara lain :
1.
Sebagai bahan masukan bagi Lembaga-lembaga
pendidikan, guru atau tenaga pendidik agar tidak terlalu berpacu pada
pembelajaran tradisional dan lebih cenderung atau sering memanfaatkan teknologi
untuk pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
2.
Bagi peserta didik sebagai upaya untuk
meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan motivasi peserta didik melalui
pembelajaran mengunakan e-learning pada mata pelajaran Humas dan Keprotokolan.
3.
Bagi guru diharapkan melakukan varian penyampaian
materi dengan memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kualitas mengajar pada
mata pelajaran Humas dan Keprotokolan
I. VII. DESKRIPSI TEORI
1. Pengertian
Media Pembelajaran
Media
dalam prespektif pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan
strategis dalam menentukan keberhasilan proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti
‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, media diartikan sebagai alat (sarana) komunikasi,
yang terletak diantara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya), perantara,
atau penghubung sedangkan menurut Dede Rosyanda (2008), media berasal dari
Bahasa latin yakni “medius” secara harafiah diartikan tengah atau perantara
berarti di dua posisi antara guru dan bahasannya. Jadi dari beberapa pendapat
diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu sarana komunikasi yang
menghubungkan dua pihak, dalam pendidikan dua pihak tersebut yakni guru dan
peserta didik.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembelajaran berasal dari kata yang diartikan
sebagai petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut). Dengan
kata lain pembelajaran adalah suatu proses bagi peserta didik untuk dapat
menerima dan memahami materi pembelajaran secara efektif. Tujuan pembelajaran
adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki
oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu (Wina Sanjaya,
2008:86). Jika digabungkan maka media pembelajaran adalah suatu sarana
komunikasi yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi kepada peserta
didik sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami isi dari materi
tersebut.
2. Jenis
Media Pembelajaran
Jenis
media pembelajaran secara umum dapat dibagi mejadi:
a. Media
visual, yaitu proses pembelajaran yang digunakan dengan mengandalkan indera
penglihatan. Media visual dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1) Alat
yang diproyeksikan, seperti gambar, foto, komik, gambar yempet, poster,
majalah, buku, kartu, Film, Film-strip, Slide (PTT).
2) Alat
yang tidak diproyeksikan, terdiri dari dua dimensi seperti, gambar, peta,
miniatur, bagan dan tiga dimensi seperti, globe, boneka, alat peraga.
b. Media
audio, yaitu proses pembelajaran yang mengandalkan indera pendengaran dengan
menggunakan piringan hitam, siaran radio, pita suara, musik, lagu, alat musik,
CD.
c. Media
audio visual, yaitu proses pembelajaran mengandalkan indera penglihatan dan
pendengaran seperti, pementasan, film, televisi, VCD.
d. Multimedia,
yaitu proses pembelajaran menggunakan jenis media yang menjadi satu kesatuan,
seperti komputer, aplikasi, dan media yang membutuhkan jaringan internet.
3. Media
Pembelajaran e-learning
E-learning
adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media
yang digunakan adalah jaringan computer atau dapat menggunakan android yang
dapat terhubung dengan internet. Dengan dikembangkan dalam bentuk berbasis web,
penyajian e-learning berbasis web menjadi lebih interaltif. Sistem pembelajaran
menggunakan e-learning tidak memiliki batasan waktu dan memungkinkan
pembelajaran dapat dilakukan lebih banyak waktu.
Istilah
e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan
untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran melalui teknologi elektronik yang
menggunaka jaringan internet. Oleh karena itu istilah e-learning lebih tepat
ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar
mengajar yang ada di sekolah/ universitas kedalam bentuk digital yang
dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002). Ada beberapa
perbedaan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran e-learning, akan
dijelaskan sebagai berikut :
|
NO
|
Pembelajaran
Konvensional
|
Pembelajaran
E-learning
|
|
1
|
Pembelajaran
tergantung kepada kemampuan pengajar / guru.
|
Pembelajaran
tidak tergantung kepada guru.
|
|
2
|
Sumber
belajar terpusat di sekolah.
|
Sumber
belajar banyak tersedia dan mudah diakses.
|
|
3
|
Guru
sebagai sumber ilmu.
|
Guru
hanya sebagai mediator atau pembimbing.
|
|
4
|
Belajar
terkendala masalah ekonomi, jarak, ruang, dan waktu.
|
Belajar
dapat dilakukan dimanapun tanpa terkendala ruang dan waktu.
|
|
5
|
Perlu
sarana dan prasarana belajar yang memadai serta kualitas guru yang memadai.
|
Perlu
kesiapan kebijakan dan SDM pengguna IT.
|
Table 8.1 Perbedaan Pembelajaran
Konvensional dan Pembelajaran E-learning
4. Manfaat
Media Pembelajaran
Sudjana
dan Rivai (2010:2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses
pembelajaran antara lain :
a. Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar
siswa
b. Bahan
pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga kebih dipahami.
c. Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru sehingga tidak merasa bosan
d. Siswa
lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian
guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan dan
mendemonstrasikan.
Encyclopedia of Educational Research dalam
Hamalik (1994: 15) merincikan manfaat media pembelajaran sebagai berikut :
a. Meletakkan
dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
b. Memperbesar
perhatian siswa.
c. Meletakkan
dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat
pelajaran lebih mantap.
d. Memberikan
pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
e. Menumbuhkan
pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
f.
Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat
membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
g. Memberikan
pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain.
Dari
uraian dan pendapat beberapa ahli di atas, dapatlah disimpulkan beberapa
manfaat penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai
berikut :
a. Media
pembelajaran yang kreatif akan menarik perhatian siswa dan akan meningkatkan
rasa keingintahuan dan motivasi belajar untuk mempelajari mata pelajaran yang
disampaikan.
b. Media
pembelajaran dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran sehingga
memperjelas penyajian informasi sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil
belajar.
c. Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
d. Media
pembelajaran dapat menambah pengalaman kepada siswa
II. VIII. PENELITIAN TEDAHULU YANG RELEVAN
1. Zomrotul
Ainiah; 2015. PENGGUNAAN EDMODO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA MATA
PELAJARAN OTOMATISASI PERKANTORAN DI SMKN 1 SURABAYA
Penelitian
ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Dalam
penelitian kualitatif untuk subjek penelitian dikenal dengang sebutan informan
atau narasumber. Untuk penelitian ini yang menjadi informan utama adalah guru
mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran dan 3 siswa kelas X APK 5. Data yang
diperoleh dari penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Proses
pengumpulan data dilakukan berdasarkan instrumen penelitian yang sudah dibuat
oleh penulis, yakni kisi-kisi wawancara dan juga pedoman observasi. Untuk analisis data digunakan teknik analisis
data menurut Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahap yakni reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi penggunaan.
Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan Edmodo sebagai media pembelajaran
e-learning, baik siswa dan guru memiliki harapan yang hampir sama yakni ingin
proses pembelajaran dengan Edmodo dapat berjalan lebih baik dan sekolah bisa
mendukungnya dengan menyediakan fasilitas wifi yang lebih baik dan juga
menyediakan laboratorium komputer dengan jumlah yang cukup sehingga dapat memperlancar
proses pembelajaran e-learning.
2. Trisnawati
Fitri. 2015. KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA EDMODO SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN TIK SMP N 25 SEMARANG. UNNES.
Penelitian
ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain
“One-Shot CaseStudy”. Dalam rancangan ini pengambilan sampel dilakukan dengan
teknik random sampling. Terdapat dua variabel di dalam penelitian ini, yaitu
variabel bebas (Independen) dan variabel terikat (Dependen).
Penelitian ini
mengambil satu kelompok, lalu dibandingkan hasilnya sebelum menggunakan media
Edmodo dan sesudah menggunakan media Edmodo. Hasil belajar yang diperoleh
meningkat dan siswa dapat mengerjakan tugas secara fleksibel dan efisien,
sehingga nilai siswa mencapai diatas rata-rata KKM yang telah ditentukan. Hanya
dengan menggunakan smartphone ataupun laptop mengerjakan tugas dapat dilakukan
kapan pun dan dimanapun.
I.
IX. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (research and development) berarti
penelitian ini berorientasi pada produk. Produk yang dikembangkan pada
penelitian ini yaitu media pembelajaran interaktif. ugiyono (2013:297)
menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan suatu produk yaitu sebuah metode
penelitian yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan
dapat menguji keefektifan dari produk tersebut. Sebelum melakukan penelitian
dan pengembangan, dilakukanlah sebuah analisis kebutuhan produk ataupun
kebutuhan konsumen.
Media
yang akan digunakan penulis adalah media berbasis multimedia dengan menggunakan
Edmodo. Dimana peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja mengenai
mata pelajaran Humas dan Keprotokolan dengan materi tersebut yang sudah di
upload di Edmodo. Pada proses pembelajaran ini memiliki tujuan agar peserta
didik dapat mandiri dalam belajar sehingga dapat menambah pengetahuan dan
ketrampilan mengenai Humas dan Keprotokolan yang ada di organiasasi besar
maupun kecil.
Pada
pembelajaran ini menggunakan teknologi handphone atau laptop sebagai alat bantu.
Guru memiliki kendali penuh dalam membuat kelas, dan guru juga bisa memasukkan
peserta didik untuk bergabung dalam grup, peserta didik dapat bergabung jika
sudah diberikan kode grup dan disetujui guru untuk bergabung.
Langkah
pertama adalah guru membuat kelas virtual di Edmodo dan membagikan kode grup
kepada para peserta didik. Edmodo dapat diakses melalui google atau dapat
mendownload aplikasinya di android melalui playstore..
Langkah – Langkah untuk
membuat akun Edmodo bagi guru adalah sebagai berikut :
1. Membuka
aplikasi Edmodo, dapat dibuka melalui web atau melalui aplikasi , buka link berikut: https://www.edmodo.com/
2.
Selanjutnya
memilih ingin membuat akun “Guru” atau “Siswa”, jika guru maka dapat memilih
“Guru”
3. Masukkan
email dan password kemudian sign up
4. Isikan
nama depan dan nama belakang
5. Membuat
kelas yang diinginkan, lalu klik buat kelas
6. Akun
Edmodo untuk guru sudah terbuat. Untuk mengajak para peserta didik beergabung
didalam dikelas, guru dapat membagikan class code.
Langkah – Langkah untuk membuat akun
peserta didik adalah sebagai berikut :
1. Membuka
aplikasi Edmodo, dapat dibuka melalui web atau melalui aplikasi, buka link berikut: https://www.edmodo.com/
2. Selanjutnya
memilih ingin membuat akun “Guru” atau “Siswa”, jika peserta didik maka dapat
memilih “Siswa”
3.
Masukkan
class code, id, password, dan email kemudian sign up
4. Isikan
nama depan dan nama belakang
5. Isikan
telepon atau email orang tua sebagai pemberitahuan jika anaknya menggunakan
Edmodo.
6. Akun
Edmodo sudah berhasil didaftarkan dan sudah masuk kelas
Guru akan membagikan materi dan video ke
dalam kelas virtual yang sudah dibuat. Siswa ditugasi untuk memahami materi dan
menonton video yang sudah dibagikan secara individu. Setelaah memahami materi
jika ingin menanggapai atau ingin ditanyakan maka peserta didik dapat bertanya
pada kolom komentar dan guru akan mengamati dengan fitur polling.
Setelah
peserta didik selesai memahami materi dan menonton video yang sudah dibagikan
maka guru akan membagikan quiz kepada peserta didik. Quiz tersebut berbentuk
pilihan ganda dan diberikan untuk menguji hasil dari pemahaman yang telah
didapat setelah menggunakan media e-learning Edmodo.
Penilaian akan
diberikan secara langsung setelah peserta didik selesai mengerjakan quiz
tersebut. Total poinnya adalah 100 maka dengan jumlah 20 soal, setiap 1 soal
mempunyai nilai 5 poin. Setelah melihat hasil dari pengerjakan quiz tersebut,
bagi peserta didik yang nilai sudah mencapai atau lebih dari batas minimum akan
diberikan penghargaan oleh guru. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta
didik agar memacu siswa supaya lebih giat dan mandiri dalam belajar.
Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu
tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
1.
Tahap Perencanaan
2. Penelitian observasi ke sekolah. Observasi
bertujuan untuk mendapatkan gambaran awal kondisi sekolah yang akan dijadikan
tempat pengembangan media pembelajaran yaitu SMK Negeri 1 Salatiga. Hal yang
perlu diperhatikan adalah melihat sarana prasarana media ini membutuhkan
jaringan internet maka harus melihat wifi yang ada di sekolah
3. Tahap Pelaksanaan
IX. HASIL MEDIA YANG DIGUNAKAN
Perkembangan e-learning yang pesat di dunia pendidikan Indonesia sampai pada penggunaan Learning Management System (LSM) di sekolah-sekolah. Saat ini banyak LSM yang memiliki keunggulan tersendiri. Edmodo merupakan salah satu jenis LSM yang sering digunakan. Edmodo adalah platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk guru dan peserta didik, dengan mengutamakan privasi peserta didik. Edmodo pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 2008 oleh Nic Borg dan Jeff O’hara.Edmodo sendiri dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa harus menyediakan server khusus dan instalasi panjang, guru juga dapat dengan mudah dan aman untuk membangun kelas virtual berdasarkan pembagian kelas layaknya kelas di sekolah. Edmodo bisa dibilang program e-learning yang menerapkan sistem pembelajaran yang mudah, efisien sekaligus lebih menyenangkan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antara peserta didik dan guru, dapat berbagi konten berupa teks, gambar, link, video maupun audio. Edmodo memiliki desain yang hampir sama dengan media sosial facebook, hal ini membuat Edmodo menjadi pilihan bagi para pendidik untuk menerapkannya sebagai media pembelajaran eketronik karena cara pengoperasiannya sangat mudanhdan tidak membutuhkan ketrampilan khusus, semua orang dapet mengaksesnya jika sudah memiliki akun Edmodo.
Dalam penelitiannya, Basori (2013) menyebutkan bahwa Edmodo merupakan aplikasi yang menyerupai facebook tpi dengan nilai edukasi yang tinggi, sehingga menarik bagi guru dan siswa. Suriadhi (2014) mendefinisikan Edmodo sebagai platform untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.
Dari beberapa pendapat diatas, terdapat beberapa kemiripan atau kesamaan dalam mendefinisikan media pembelajaran Edmodo, yakni Edmodo memiliki kemiripan atau kesamaan dengan media sosial facebook namun perbedaannya yaitu jika Edmodo lebih bersifat edukatif dan lebih banyak digunakan di dunia pendidikan. Maka dapat disimpulkan bahwa Edmodo adalah sebuah platform dengan jaringan internet yang menyerupai facebook namun beranah pada bidang pendidikan berguna membangun lingkungan belajar secara online yang aman untuk berbagi data, informasi yang berikaitan dengan pendidikan.
2. Fitur Edmodo
Edmodo memiliki depalan fitur yang dikhususkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara online. Edmodo mengklasifikasikan fiturnya berdasarkan pengguna yaitu guru dan peserta didik. Fitur Edmodo, yaitu :
a. Assignment
Assignment digunakan oleh guru untuk memberikan tugas kepada peserta didik secara online. Fitur ini dilengkapi dengan waktu deadline dan ditur attach file yang memungkinkan peserta didik untuk mengirimkan tugas secara langsung kepada guru dalam bentuk file document (pdf, doc, ppt). Tombol Turn in pada kiriman assignment yang berfungsi menandai bahwa tugas sudah diselesaikan.
Di bagian feature inilah guru juga dapat lebih dimudahkan perannya. Assignment atau tugas yang sebelumnya pernah diberikan pada murid di periode sebelumnya, bisa kembali diberikan pada murid di periode berikutnya. Tugas untuk murid ini bisa disimpan di Library untuk digunakan kembali di masa depan, sehingga tidak terbuang atau tercecer begitu saja. Sesama guru juga dapat saling berbagi materi tugas yang diberikan pada murid sehingga tugas lebih bervariasi.
b. Quiz
Gambar 7.2 Fitur Quiz
Quiz hanya dapat dibuat oleh guru, sedangkan peserta didik tidak mempunyai akses untuk membuat quiz. Mereka hanya bisa mengerjakan soal quiz yang diberikan oleh guru. Quiz digunakan oleh guru untuk memberikan evaluasi online berupa pilihan ganda, isian singkat maupun soal uraian.
Dengan menggunakan edmodo, quiz pun terasa lebih mengikuti perkembangan zaman, karena guru dapat membuat sebuah quiz dengan menyisipkan gambar atau bahkan video sebagai bahan pelengkap pertanyaan quiz. Guru juga dapat menyimpan pertanyaan quiz dalam Library pada edmodo, sehingga di kemudian hari dapat digunakan lagi di kelas selanjutnya. Setelah mengerjakan quiz, hasil akhirnya dapat diketahui dengan cepat dan dapat melakukan Retake quiz jika dirasa nilainya masih kurang.
c. File and Links
Gambar 7.3 Fitur File and Links
Fitur ini berfungsi untuk mengirimkan note dengan lampiran file dan link. Biasanya file tersebut ber-ekstensi .doc, .ppt, .xls, .pdf dan lain-lain. Sewaktu-waktu, ketika menjelaskan sesuatu, terkadang guru membutuhkan tambahan materi seperti gambar agar murid dapat lebih memahami pelajaran yang diberikan. Disinilah gunanya fitur File dan Links yang ada pada Edmodo. Hanya dalam waktu singkat, guru dapat mengunggah gambar, video, teks, atau apapun yang menurutnya dapat meningkatkan rasa keingintahuan murid ketika belajar.
Jika suatu tambahan materi tersebut sudah tersimpan di dalam komputer, maka guru dapat menggunakan fitur file untuk mengunggahnya agar dapat dilihat murid. Sementara jika tambahan materi tersebut masih berada di dalam website tertentu dan ukurannya cukup besar untuk diunduh, guru dapat memberikan link yang dapat diakses siswa untuk memahami suatu pelajaran.
d. Polling
Polling merupakan salah satu fitur yang hanya dapat di gunakan oleh guru. Fitur ini biasanya di gunakan oleh guru untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai hal tertentu. Fitur Edmodo yang satu ini merupakan cara yang sangat baik untuk mendapatkan feedback instan mengenai sebuah event yang baru saja terjadi, tugas, dan sebagainya. Polling dapat digunakan untuk membuat para murid memahami makna ilmu yang baru dipelajari.
Untuk menggunakan fitur polling, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Pada halaman grup yang Anda miliki, klik “Poll” di toolbar bagian atas.
2. Ketik pertanyaan yang akan dijadikan polling pada bagian kotak “Question”.
3. Ketik pilihan jawaban yang ingin Anda berikan untuk dipilih murid pada kotak “Answer”. Jika ada lebih banyak jawaban untuk dipilih, Anda tinggal menambah jawaban tambahan dengan meng-klik “Add Answer”.
4. Ketik nama peserta didik, guru, atau grup tujuan yang Anda ingin menjawab polling tersebut.
5. Bisa juga memilih untuk “Send Now” (jika ingin dikirimkan saat itu juga) atau “Send Later” (jika ingin dikirimkan nanti pada waktu tertentu (besok, besok lusa, dll), atau istilahnya dijadwalkan).
e. Gradebook
Fitur gradebook mirip seperti catatan nilai siswa. Dengan fitur ini, guru dapat memberi nilai kepada siswa secara manual maupun otomatis. Fitur ini juga memungkinkan seorang guru untuk memanajemen penilaian hasil belajar dari seluruh siswa. Penilaian tersebut juga dapat diexport menjadi file .csv. Pada fitur Gradebook, guru memegang akses penuh pada fitur ini sedangkan peserta didik hanya dapat melihat rekapan nilai dalam bentuk grafik dan penilaian langsung.
Fitur gradebook sangat membantu untuk membuat catatan nilai yang terorganisir dengan cepat. Guru dapat dengan mudah menambahkan periode penilaian pada Progress Book, menambahkan tugas dan nilai menggunakan komputer, dan kemudian memantau nilai-nilai dari tiap peserta didik dengan mudah. Data yang terorganisir juga membuat guru lebih mudah memantau progress tiap-tiap peserta didik, kemajuannya dalam proses belajar, serta peringkat peserta didik di sebuah kelas.
f. Library
Gambar 7.6 Fitur Library
Dengan fitur ini, guru dapat mengunggah bahan ajar seperti materi, presentasi, gambar, video, sumber referensi, dan lain-lain. Fitur ini juga berfungsi sebagai wadah untuk menampung berbagai file dan link yang dimiliki oleh guru maupun peserta didik.
Fitur library ini sangat berguna untuk para guru yang kewalahan memiliki ratusan file di komputer sekolah, atau daftar bookmark panjang untuk halaman web yang berguna sebagai materi pembelajaran. Library Edmodo menyediakan kapasitas tanpa batas yang membuat setiap guru mampu menyimpan, mengurutkan, membagi, dan mengorganisir berbagai macam dokumen hanya dalam satu akun. Dokumen yang terdapat dalam Library virtual ini kemudian juga dapat diakses dimanapun dan dibagikan dengan guru-guru lainnya.
g. Award Badge
Gambar 7.7 Fitur Award Badge
Untuk memberikan suatu penghargaan kepada peserta didik atau grup, biasanya guru menggunakan fitur award badges ini. Badge yang diberikan tentunya akan menunjukkan track record positif peserta didik. Guru dapat dengan mudah menyediakan badge untuk peserta didik berprestasi yang telah mengerjakan quiz dan tugas lainnya dengan hasil sangat baik.
Badge ini juga dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk mengerjakan berbagai tugas dengan baik. Adanya penghargaan membuat seseorang lebih bersemangat untuk mengerjakan sesuatu. Guru pun dapat mengatur juga untuk memberikan badge untuk beberapa peserta didik sekaligus. Sayangnya, badge hanya dapat diberikan dari guru oleh peserta didik, tidak untuk sesama guru lainnya. Walaupun begitu, beberapa Badge Edmodo diberikan otomatis kepada guru, misalnya jika guru tersebut adalah guru pertama dari suatu sekolah yang bergabung dengan Edmodo.
h. Parent Code
Setiap kali seorang peserta didik membuat akun student di Edmodo, otomatis juga akan mendapatkan sebuah Parent Code unik yang dapat digunakan oleh orang tuanya untuk juga membuat akun khusus orang tua. Setiap orang tua hanya membutuhkan satu Parent Account, yang dapat memantau semua grup yang diikuti oleh murid. Jika sepasang orang tua memiliki lebih dari satu anak, orang tua tersebut hanya membutuhkan satu buah akun yang dapat memantau proses belajar semua anaknya hanya dari satu akun tersebut.
Dengan fitur ini, orang tua dapat memantau aktifitas belajar yang dilakukan anak-anak mereka. Untuk mendapatkan kode tersebut, orang tua murid dapat mendapatkannya dengan mengklik nama kelas/ grup anaknya di Edmodo atau dapat memperolehnya langsung dari guru yang bersangkutan.
I.
I.
XI. PENUTUP
Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan
oleh peneliti dapat disimpulkan (1) Pembelajaran e-learning sangat membantu
penggunaan teknologi yang sudah berkembang. (2) Edmodo memiliki banyak fitur
yang sangat membantu dalam pembelajaran yaitu assignment, quiz, file and link,
polling, gradebook, library, dan award beige. (3) Kelebihan dari pemakaian
Edmodo sebagai media pembelajaran adalah dapat dilakukan pada waktu kapanpun
dan dimanapun sehingga tidak perlu khawatir akan mengganti waktu pelajaran yang
kosong. (4) Kekurangan dari media tersebut harus terhubung jaringan intenet
agar dapat membuka Edmodo.
Saran dalam
penelitian adalah (1) Harus memanfaatkan penggunakan media e-learning dalam
pembelajaran. (2) Guru harus terampil dalam penggunaan pembelajaran e-learning.
(3) Sekolah diharapkan mendukung penggunaan pembelajaran e-learning dengan
memasang wifi di sekolah agar para peserta didik lancar dalam mengakses
aplikasi pembelajaran e-learning.
I. XII. DAFTAR PUSTAKA
Effendi,
Empy dan Hartono, Zhuang. 2005. ELearning: Konsep dan Aplikasi.
Yogyakarta: Andi Offset.
Basori.
2013. Pemanfaatan Social Learning
Network “Edmodo” dalam Membantu
Perkuliahan Teori Bodi Otomotif di Prodi PTM JPTK FKIP UNS. JIPTEK. Vol VI, No. 2. (Online, diakses 28
April 2020).
Suriadhi,
Gede. 2014. Pengembangan E-learning Berbasis Edmodo pada Mata Pelajaran IPA
Kelas VIII di SMPN 2 Singaraja. Journal Edutech. Vol. II No. 1. (Online
diakses 28 April 2020).
Dede Rosyada, Media Pembelajaran,(
Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h.7
Wina
Sanjaya. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Pendidikan.
Jakarta : Kencana, Prenada Media Group
Sudjana,
N. & Rivai, A. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
Algensindo
Fitri,
Trisnawati. (2015). Keefektifan Penggunaan Media Edmodo Sebagai Penunjang
Pembelajaran Mata Pelajaran TIK SMP N 25 Semarang. UNNES.
Zomrotul
Ainiyah. (2015). Penggunaan Edmodo Sebagai Media Pembelajaran E-Learning
Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Perkantoran Di Smkn 1 Surabaya. UNESA. url file:///E:/FD%20APRIL%202020/Dokumen2/Jurnal%20Edmodo.pdf
II.
XIII. BIODATA PENULIS
A.
Data Pribadi
1.
Nama :
Indah Mubalighoh
2.
Tempat & Tanggal lahir : Salatiga. 13 Juli 1999
3.
Jenis Kelamin : Perempuan
4.
Alamat Asal : Jl. Jend. Sudirman 182/236, Kelurahan
Gendongan, Kecamatan
Tingkir, Kota
Salatiga, Jawa Tengah
5.
Telepon/ No. HP : -
B.
Riwayat Pendidikan Formal
1.
SD Negeri Gendongan 1 Salatiga
2.
SMP Negeri 3 Salatiga
3.
SMA Negeri 2 Salatiga
C.
Pengalaman Organisasi
1.
KSEI (Kajian Studi Ekonomi Islam) Fakultas
Ekonomi pada tahun 2017
2. FORMAPSI UNNES (Forum Administrasi
Perkantoran Universitas Ngeri Semarang)
Demikian
Daftar Riwayat Hidup ini dibuat dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semarang,
30 April 2020
Indah
Mubalighoh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar